Powered By Blogger

Sabtu, 05 April 2014

bagaikan anak sama ibu

SI PENSIL DAN SI PENGHAPUSPensil: “Maafkan akuPenghapus…”Penghapus: “Maafkan aku???Untuk apa Pensil??? Kamu tidakmelakukan kesalahan apapunkepadaku?”Pensil: “Aku minta maaf karenaaku telah membuatmu terluka.Setiap kali aku melakukankesalahan, kamu selalu beradadisana untuk menghapusnya.Namun setiap kali kamumembuat kesalahanku lenyap,kamu kehilangan sebagian daridirimu. Kamu akan menjadisemakin kecil dan kecil setiapsaat…”Penghapus: “Hal itu memangbenar… Namun aku sama sekalitidak merasa keberatan. Kaulihat, aku memang tercipta untukmelakukan hal itu. Diriku terciptauntuk selalu membantumu setiapsaat kau melakukan kesalahan.Walaupun suatu hari, aku tahubahwa aku akan pergi dan kauakan mengganti diriku dengan ygbaru. Aku sungguh bahagiadengan peranku. Jadi tolonglah,kau tak perlu khawatir. Aku tidaksuka melihat dirimu bersedih…”Ibaratnya adalah… Si Penghapusadalah Orang Tua kita… Si Pensiladalah diri kita sendiri… Orangtua akan selalu ada untuk anak-anaknya untuk memperbaikikesalahan anak- anaknya…Namun, terkadang, seiringberjalannya waktu… Orang tuaakan terluka dan akan menjadisemakin ‘kecil’… (Bertamba h tuadan akhirnya meninggal).Walaupun anak-anak merekapada akhirnya akan menemukanseseorang yang baru (Suami atauIstri), namun Papa dan Mamaakan selalu tetap merasa bahagiaatas apa yang mereka lakukanterhadap anak-anaknya dan akanselalu merasa tidak suka bilamelihat buah hati tercinta merekamerasa khawatir ataupun sedih.Dan hingga saat ini… Di antarakita masih ada yang menjadi SiPensil… Hal itu sangatmenyakitkan…Melihat sipenghapus atau orang tua kitasemakin bertambah “Kecil” dan“Kecil” seiring berjalannya waktu.Hingga kelak suatu hari… Yangtertinggal hanyalah“Serutan” (remah2n ya) sipenghapus atau segala kenanganyang pernah kita lalui dan milikibersama mereka…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Evil Anime Smiley